Indahnya berjalan di atas sunnah

menuntut ilmu agama,adalah kunci kebahagian dunia dan akhirat

Untukmu Ukhti Muslimah 26/06/2011

Filed under: Permata Hati — akhrudi88 @ 10:13 p06

 

Wahai ukhti muslimah sekalian yang dimuliakan Allah siapakah yang menyuruh kalian untuk berjilbab?jilbab

Wahai ukhti muslimah sekalian yang dimuliakan Allah siapakah yang menyuruh kalian untuk berjilbab?
Wahai ukhti muslimah kemana akan kau bawa dirimu,,apakah kepada gemerlapnya dunia,kemilaunya harta atau kepada ketampanan seorang pria,walaupun kau harus membuka hijab mu,untuk mendapatkan semua yang kau inginkan,kalau kalian menginginkan itu semua maka kehinaanlah yang akan kau dapatkan,,,
Untukmu ukhty muslimah kemana akan kau bawa dirimu,apakah kepada kemuliaan jiwa?apakah kepada keridhoan sang maha pencipta?atau mulianya menjadi sang bidadari surga? Walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima demi untuk menjaga hijab yang telah di syari’atkan oleh agama islam ,maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan kelak.maka katakanlah tidak pada gemerlapnya dunia,jika hijab mu harus terlepas karenanya,dan katakan lah tidak pada kemilaunya harta,jika hijabmu harus menjadi tebusannya,karena hijabmu adalah benteng kemuliaan dirimu,
Bahwasanya yang menyuruh berbusana muslimah adalah Allah,Allah yang telah menciptakan kita dengan bentuk yang paling sempurna,tentunya kita harus patuh dan wajib untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhkan segala macam larangannya,Allah menyurh kalian untuk berjilb semata-mata demi kebaikan para ukhti muslimah sekalian.
Allah SWT berfirman
” Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(Surat Al-Ahzab ayat 59).
 Allah telah menganjurkan kita dan menciptakan kita dan berjilbab kalau seandainya seorang wanita tidak memakai pakain muslimah atau berjilbab maka manusia ini akan hancur,akan binasa,Setiap wanita tidak ada uzur untuk tidak memakai pakaian muslimah.
Rasulullah saw berkata :
“Dua kelompok termasuk penghuni neraka, aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yang berpakaian (tetapi) telanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”.(Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2128)
 Semoga ukthi-ukhti sekalian bisa mengambil hikmahnya,dan selalu untuk memakai jilbabny yang di syariatkan oleh sunnah Rasullullah,kalau tidak mau memaki jilbab atau memakai jilbab tapi telanjang,berarti ukhti-ukhti sekalian tidak taat terhadap perintah Allah,Kalau tidak mau taat dengan perintah Allah, silahkan cari bumi yang lain yang di sana tidak berlaku perintah Allah!! semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para ukhti-ukhti sekalian,,
Wabillahi taufiq wal hidayah. Wallahu a’lam bishshawwab.

 

Gambar Makhluk Bernyawa 05/06/2011

Filed under: Permata Hati — akhrudi88 @ 10:13 p06

بسم االله الرحمن الرحيم

     Dalam salah satu kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah, anak diminta menggambar makhluk bernyawa atau diberikan gambar ayam betina yang belum lengkap, lalu dikatakan padanya, “Sempurnakanlah gambar ini.” Terkadang si anak diminta menggunting gambar bernyawa lalu menempelkannya di atas kertas, atau ia diminta mewarnai gambar tersebut. Apa pendapat antum tentang hal ini?

Jawab:

Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al Utsaimin rahimahullahu berkata, “Saya memandang hal tersebut haram, wajib untuk dilarang. Para penanggung jawab pengajaran harus menunaikan amanah dalam masalah ini dan melarang perkara yang seperti ini. Bila mereka ingin mencari kejelasan tentang kecerdasan seorang murid, mereka bisa mengatakan, ‘Buatlah gambar mobil atau pohon’, atau benda-benda semisalnya yang diketahuinya. Dengan seperti itu dapat diketahui sejauh mana kecerdasan, kecermatan, dan penerapannya terhadap perkara-perkara yang ada.

Apa yang terjadi di sekolah-sekolah tersebut merupakan musibah yang menimpa manusia dengan perantara setan, padahal sebenarnya tidak ada bedanya membuat gambar pohon, gambar mobil, istana ataupun gambar manusia. Karenanya aku memandang wajib bagi para penanggung jawab untuk melarang hal seperti itu. Bila memang terpaksa menggambar makhluk bernyawa maka hendaklah mereka menggambar hewan tanpa kepala.”

(Fatwa di atas diambil dari kitab Majmu’ah As’ilah Tuhimmu Al-Usrah Al-Muslimah, hal. 148-149)

Dinukil dari Majalah Asy Syariah No. 55/V/1430 H/2009 halaman 88